News

Orang Indonesia Masih Suka Video Pendek. Buat Creator, Ini Kabar Baik.

Orang Indonesia Masih Suka Video Pendek. Buat Creator, Ini Kabar Baik.
Tim Konten.com23 Jul 2026
Share

Kalau akhir-akhir ini timeline kamu dipenuhi video pendek, ternyata bukan cuma perasaan. Data terbaru dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) nunjukin video pendek masih jadi salah satu konten hiburan yang paling sering diakses masyarakat Indonesia. Buat creator, ini berarti kebutuhan akan konten pendek masih terus ada. Buat clipper, ini jadi peluang buat ikut ambil peran di balik proses itu. 

1. Video Pendek Masih Jadi Pilihan di Berbagai Generasi 

Yang menarik dari data APJII: kebiasaan nonton video pendek bukan cuma soal Gen Z. Hampir semua kelompok usia masih banyak mengonsumsi short video, bahkan lebih tinggi dibanding media sosial atau video panjang. 

2. Creator Ikut Menyesuaikan Cara Bikin Konten 

Saat audiens lebih sering menghabiskan waktu di TikTok, Instagram Reels, atau YouTube Shorts, creator juga ikut menyesuaikan cara mereka membagikan konten: podcast dipotong jadi beberapa klip, live streaming dijadiin highlight, video YouTube diubah jadi Shorts. Satu video sumber bahkan sering menghasilkan beberapa konten dengan angle yang beda-beda. 

3. Durasi Menonton Video per Hari 

Lebih dari separuh responden menghabiskan waktu 1-2 jam tiap hari buat nonton video. Ini yang bikin banyak creator memaksimalkan satu video panjang jadi beberapa video pendek yang diunggah bertahap.  

4. Platform yang Paling Sering Diakses 

5. Kenapa Ini Kabar Baik Buat Clipper? 

APJII memang nggak secara langsung membahas profesi clipper. Tapi dari kebiasaan pengguna internet Indonesia, ada pola yang cukup jelas: orang masih suka nonton video pendek, creator terus menyesuaikan cara distribusi kontennya, dan mengubah satu video panjang jadi beberapa video pendek udah jadi bagian dari strategi banyak creator. Di sinilah clipper ambil peran. 

6. FAQ 

Apakah data APJII ini bicara langsung soal profesi clipper? 

Nggak. APJII cuma menyurvei kebiasaan konsumsi internet masyarakat Indonesia secara umum. Kesimpulan soal peluang buat clipper adalah pola yang ditarik dari data tersebut, bukan pernyataan langsung dari APJII. 

Apakah data ini cuma berlaku buat Gen Z? 

Nggak. Data APJII nunjukin kebiasaan nonton video pendek tersebar cukup merata di semua generasi, dari Gen Z sampai Pre Boomers, bahkan lebih tinggi dibanding konsumsi media sosial atau video panjang di tiap kelompok. 

Gimana cara mulai jadi clipper kalau tertarik dari data ini? 

Daftar gratis di Konten.com, pilih campaign yang tersedia, lalu mulai upload clip pertamamu. Detail langkah-langkahnya ada di panduan Cara Daftar & Bikin Akun Creator di Konten.com. 

 

Join Komunitas Gratis,Gabung Sekarang!

Join Discord
Frequently Asked Questions

Pertanyaan YangSering Diajukan

Punya Pertanyaan?
konten.com adalah platform clipping marketplace yang menghubungkan brand dengan creator. Brand membuat campaign, creator (clipper) bikin clip, posting di sosmed, dan dapat cuan setiap views naik.
Daftar gratis, connect akun sosmed kamu (TikTok/IG/YouTube), pilih campaign, upload clip, lalu cuan otomatis ngalir tiap views naik sesuai CPM campaign.
Views diakumulasi tiap pukul 24:00 WIB, lalu masuk masa proses 7 hari (validasi anti-bot & stabilisasi views). Setelah itu penghasilan otomatis cair ke saldo kamu.
Saldo bisa dicairkan ke berbagai e-wallet & bank: GoPay, OVO, DANA, ShopeePay, Bank BCA, BRI, Mandiri, dan masih banyak lagi.
Aman. Kami pakai enkripsi end-to-end untuk semua data sensitif. Akun sosmed kamu hanya digunakan untuk track views - tidak ada akses posting otomatis.