Cuma 10% Isi FYP Berasal dari Akun yang Kamu Follow, Ini yang Ditemukan Riset TikTok

Riset TikTok menunjukkan mayoritas video di FYP berasal dari akun yang belum diikuti pengguna.
Kamu pernah mikir nggak, kenapa yang muncul di FYP kadang orang yang sama sekali belum pernah kamu follow? Ternyata itu bukan kebetulan. Ada studi akademik yang membongkar datanya langsung dari kebiasaan nonton ratusan pengguna TikTok asli, dan hasilnya cukup mengejutkan buat siapa aja yang masih mikir followers itu syarat utama biar konten dilihat.
Kenapa Berita Ini Penting
TikTok ternyata lebih sering menampilkan konten dari akun yang belum di-follow pengguna.
Followers bukan penentu utama sebuah video bisa masuk FYP.
Buat clipper, kualitas hook dan pilihan momen jauh lebih penting daripada ukuran akun sumber videonya.
Daftar Isi
Riset yang Melacak Kebiasaan 347 Pengguna TikTok Asli
Cuma Sekitar 10 Persen Isi FYP dari Akun yang Kamu Follow
Video dari Orang Asing Malah Lebih Sering Ditonton Sampai Habis
Lebih dari Separuh Video di TikTok Nggak Selesai Ditonton
Apa Artinya Buat Kamu yang Clipping di Konten.com
FAQ
Sumber
1. Riset yang Melacak Kebiasaan 347 Pengguna TikTok Asli
Beda dari kebanyakan artikel algoritma yang isinya tebak-tebakan doang, riset ini beneran ngelacak kebiasaan orang asli. Sekelompok peneliti ngajak 347 pengguna TikTok buat share riwayat nonton mereka secara sukarela. Bukan data buatan robot atau akun eksperimen, tapi jejak nonton orang beneran kayak kamu.
Dari situ, mereka berhasil ngumpulin 9,2 juta video yang ditonton, dari rentang tahun 2020 sampai 2022. Datanya emang bukan dari hari ini, tapi pola yang mereka temuin masih kerasa sama persis kayak TikTok yang kamu pakai sekarang. Studinya juga udah dicek dan disetujui peneliti lain sebelum resmi diterbitin di 2024.
Kenapa ini beda dari studi lain? Kebanyakan riset soal algoritma TikTok memakai akun eksperimen atau simulasi. Studi ini justru memakai data sungguhan dari pengguna yang kesehariannya memang scroll TikTok, jadi hasilnya lebih nyambung sama kenyataan yang kamu alami tiap hari.
2. Cuma Sekitar 10 Persen Isi FYP dari Akun yang Kamu Follow
Ini temuan utamanya. Dari seluruh video yang ditonton partisipan, cuma sekitar 10,3% yang asalnya dari akun yang udah mereka follow duluan. Sisanya, sekitar 90%, dari akun yang sama sekali belum mereka ikuti.
Yang lebih menarik, angka ini stabil dari waktu ke waktu. Padahal jumlah akun yang di-follow partisipan terus bertambah, dari rata-rata 40 akun di hari pertama sampai 350 akun di hari ke-120. Tapi porsi video dari akun yang di-follow tetap mentok di angka 10 persenan aja.
Jadi makin banyak kamu follow orang, itu nggak otomatis bikin kontennya makin sering nongol di FYP orang lain. Sistemnya kayak sengaja dijaga supaya nggak kebanjiran satu sumber doang.
3. Video dari Orang Asing Malah Lebih Sering Ditonton Sampai Habis
Video dari akun yang nggak di-follow ditonton sampai habis oleh 44–46% penonton. Sedangkan video dari akun yang di-follow cuma 38–42% yang bertahan sampai akhir.

Peneliti menemukan alasan yang masuk akal soal ini. Video dari akun yang nggak di-follow itu biasanya jumlah putarnya jauh lebih tinggi, sekitar 755 ribu, sedangkan video dari akun yang di-follow biasanya ada di kisaran 85 ribu. Video yang memang udah populer dan kuat performanya cenderung lebih menarik buat siapa aja, terlepas dari kamu kenal akunnya atau enggak.
Poin buat clipper: Kualitas dan kekuatan hook video itu yang nentuin orang bertahan nonton, bukan siapa yang upload atau berapa followernya.
4. Lebih dari Separuh Video di TikTok Nggak Selesai Ditonton
Dari seluruh video yang direkomendasiin ke partisipan,
55% nggak ditonton sampai habis
24% di-skip sebelum nyampe 20% durasi video
40% di-skip sebelum setengah durasi
Mayoritas video di TikTok memang nasibnya di-skip. Jadi kalau klip kamu sering di-skip, itu bukan berarti kamu gagal. Itu memang pola normal di platform ini.
5. Apa Artinya Buat Kamu yang Clipping di Konten.com
Pertama, jangan tunda mulai cuma karena followers kamu masih nol
Studinya udah buktiin, algoritma memang dirancang buat nyebar konten ke orang yang belum follow siapa-siapa. Video kamu punya kesempatan yang sama buat masuk FYP orang asing.
Kedua, fokus energi ke tiga detik pertama dan kekuatan momen yang kamu pilih
Video yang menang itu video yang bikin orang berhenti scroll, apa pun akunnya.
Ketiga, jangan syok kalau klip kamu di-skip
Riset ini nunjukkin bahkan video-video yang direkomendasiin algoritma pun mayoritas nggak ditonton sampai habis. Yang penting itu konsisten upload dan terus asah hook-nya, bukan berharap semua video langsung tembus.
FYP lebih ditentukan kualitas video daripada hubungan follow
Cuma ~10% FYP berasal dari akun yang di-follow
Sekitar ~90% datang dari akun asing
Video dari akun asing malah lebih sering ditonton sampai habis
55% video TikTok nggak ditonton sampai selesai, dan itu normal
Video bagus tetap punya peluang meski akunmu belum besar
Kalau kualitas potongan dan hook-nya kuat, algoritma TikTok tetap bisa membawa video kamu ke penonton yang belum pernah mengenal akunmu sebelumnya.
Jelajahi Campaign di Konten.com →
Sumber
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Masih. Pola yang ketemu di riset ini, yaitu FYP didominasi akun yang nggak kamu follow, masih kerasa sama di TikTok sekarang.
Followers tetap berguna buat basis penonton yang balik lagi, tapi bukan syarat mutlak buat jangkauan besar.
Peneliti nyimpulin ini kemungkinan besar strategi biar penonton tetap dikasih variasi konten baru, sehingga waktu nonton dan rasa penasaran mereka tetap terjaga, bukan cuma disuguhin itu-itu aja dari akun yang sama.
Cukup daftar gratis di Konten.com, pilih campaign yang tersedia, lalu unggah clip pertamamu. Detail langkah-langkahnya bisa kamu cek di panduan Cara Daftar & Bikin Akun Creator di Konten.com.



