Ini Hal yang Perlu Diperhatikan Clipper Agar Tidak Kena Copyright

Dalam aktivitas clipping, membuat konten menarik saja tidak cukup. Clipper juga perlu memahami copyright atau hak cipta agar video yang dibuat tidak menimbulkan masalah. Pastikan sumber video memang diperbolehkan untuk di-clip, izin mencakup editing dan upload ulang, serta musik atau audio yang digunakan memiliki hak penggunaan yang sesuai.
Selain itu, simpan brief, terms, dan bukti izin campaign sebagai dokumentasi jika sewaktu-waktu terjadi copyright claim. Untuk mengetahui lebih lengkap apa saja yang perlu diperhatikan, yuk simak pembahasannya berikut ini!
Baca Juga: Cara Menjadi Clipper untuk Pemula
Hal yang harus diperhatikan clipper agar tidak kena copyright
Berikut Hal yang harus diperhatikan clipper agar tidak kena copyright:
1. Pastikan Sumber Video Memang Diperbolehkan untuk Di-Clip
Sebelum mulai mengedit, pastikan video yang digunakan memang diperbolehkan untuk di-clip. Jika kamu mengikuti campaign melalui clipper marketplace, pastikan video tersebut memang disediakan oleh brand atau marketplace sebagai materi yang boleh digunakan. Kamu juga bisa menggunakan video yang sudah mendapatkan izin dari pemiliknya. Jangan menganggap bahwa video yang tersedia di TikTok, YouTube, atau platform lainnya otomatis bebas untuk diambil dan digunakan kembali. Meskipun dapat diakses secara publik, konten tersebut tetap bisa memiliki hak cipta.
2. Pastikan Izin Mencakup Upload Ulang dan Editing
Memiliki akses terhadap sebuah video bukan berarti kamu otomatis bebas mengedit dan mengunggahnya. Cek kembali brief dan terms campaign untuk memastikan bahwa izin yang diberikan mencakup cutting, editing, dan publishing. Jika hanya tertulis “gunakan materi campaign”, sebaiknya baca detail ketentuannya terlebih dahulu agar kamu mengetahui batasan penggunaan konten dan platform yang diperbolehkan.
3. Cek Musik dan Audio
Musik dan audio juga perlu diperhatikan karena sering menjadi sumber masalah hak cipta yang terlewat. Video yang diberikan oleh brand bisa saja menggunakan lagu atau audio yang lisensinya hanya berlaku untuk akun, platform, atau kebutuhan tertentu. Karena itu, jangan sembarangan menambahkan lagu berhak cipta ke dalam video. Jika ingin menggunakan musik atau audio tambahan, pastikan kamu memiliki hak atau lisensi untuk menggunakannya. Jika campaign sudah menyediakan audio tertentu, ikuti ketentuan yang diberikan oleh brand atau marketplace.
4. Simpan Bukti Izin dan Aturan Campaign
Biasakan untuk menyimpan screenshot atau arsip dari brief, terms, dan instruksi campaign yang diberikan oleh marketplace. Simpan juga informasi yang menunjukkan bahwa materi video memang disediakan oleh brand atau marketplace untuk digunakan dalam campaign. Jika suatu saat muncul copyright claim, dokumentasi tersebut dapat membantu menunjukkan bahwa konten yang kamu gunakan berasal dari campaign dan penggunaannya dilakukan berdasarkan ketentuan yang diberikan.
Jadi Clipper di Konten.com dan Dapatkan Penghasilan
Punya skill editing dan ingin mengubahnya menjadi penghasilan dari konten short-form? Ayo gabung di Konten.com sebagai clipper. Pilih campaign yang tersedia, buat konten pendek yang menarik, dan dapatkan peluang penghasilan sesuai performa.



