Cara Menggunakan Clipping Campaign untuk Mendorong Traffic ke Website Brand

Banyak brand menjalankan kampanye clipping dengan satu tujuan yaitu views. Views memang penting untuk brand awareness, tapi bagaimana jika kamu juga ingin mengarahkan audiens dari platform video pendek ke website brand? Mendorong traffic dari TikTok, Instagram, atau YouTube ke website membutuhkan strategi yang lebih spesifik daripada sekadar mengejar views.
Konten harus dibuat dengan cara yang memicu rasa penasaran, dan ada mekanisme jelas yang memudahkan audiens berpindah dari menonton klip ke mengunjungi website. Hal ini membutuhkan perencanaan yang tepat di level brief dan eksekusi kampanye.
1. Buat Konten yang Menciptakan "Information Gap"
Kunci untuk mendorong traffic dari klip ke website adalah menciptakan information gap, yaitu kondisi di mana audiens sudah cukup tertarik tapi belum mendapat semua informasi yang mereka butuhkan di dalam klip. Klip yang terlalu lengkap tidak akan mendorong traffic karena audiens merasa sudah mendapat semua informasi tanpa perlu mengunjungi website.
Misalnya:
Klip demo bisa menunjukkan hasil produk yang impressive tapi tidak menyebutkan harga atau di mana membeli.
Klip edukasi bisa memberikan dua dari lima tips, lalu mengarahkan audiens ke website untuk membaca sisanya.
Klip teaser bisa menunjukkan sneak peek produk baru yang membuat penasaran.
Dalam brief, instruksikan clipper untuk membangun rasa penasaran yang mengarahkan audiens ke website, bukan memberikan semua informasi di dalam klip itu sendiri.
2. Optimalkan Bio dan Caption untuk Link
Di TikTok, Instagram, dan YouTube, cara paling umum untuk mengarahkan traffic ke website adalah melalui link di bio profil atau di caption. Tapi ini hanya efektif jika klip secara eksplisit mengarahkan audiens ke sana.
Dalam brief, minta clipper untuk menyebutkan:
"Cek link di bio".
"Kunjungi [nama website] untuk info lengkap".
Baik secara verbal maupun melalui teks overlay di klip.
Pastikan juga bahwa clipper sudah memasang link yang benar di bio mereka sebelum klip dipublikasikan. Ini terdengar sederhana tapi sering terlewat. Klip yang mengarahkan ke "link di bio" tapi bio-nya tidak berisi link yang relevan adalah peluang traffic yang terbuang.
Sertakan instruksi yang jelas di brief tentang link apa yang harus dipasang dan di mana, untuk meminimalisir kesalahan teknis.
3. Gunakan Landing Page yang Spesifik
Jangan arahkan traffic dari klip ke homepage brand yang generik. Buat landing page yang spesifik untuk kampanye clipping, yang langsung menampilkan apa yang audiens harapkan setelah menonton klip.
Contohnya:
Jika klip mendemonstrasikan produk tertentu, landing page harus langsung menampilkan produk itu dengan informasi lengkap dan tombol beli.
Jika klip menjanjikan tips tambahan, landing page harus langsung menyajikan konten tersebut.



